Obat Osteoporosis Gangguan Tulang

Obat Osteoporosis Gangguan

Obat Osteoporosis Gangguan Pengobatan Alami gangguan tulang atau osteoporosis dengan Jelly Gamat Luxor.

Kandungan jelly gamat luxor salah satunya chondroitine sulfat adalah bagian protein yang mempunyai peran dalam pembentukan tulang rawan dan memiliki efek antiinflamasi sehingga dapat meredakan rasa sakit yang terjadi akibat gesekan antara sendi dan tulang rawan yang telah rusak serta mampu mempertahankan fungsi tulang rawan sehingga mencegah terjadinya penyakit osteoarthritis maupun asteoporosis.

Faktor Pemicu Osteoporosis

Berikut factor- factor yang dapat memicu atau menyebabkan osteoporosis:
1 Kekurangan konsumsi kalsium
Karena kekurangan konsumsi kalsium yang terjadi semasa anak-anak dan remaja resiko osteoporosis dapat meningkat karena usia tersebut pembentukan masa tulang yang maksium terjadi

2. Faktor genetic
Genetik mempunyai peranan pentik dalam menentukan masa tulang puncak. Apakah ada anggota keluarga yang menderita osteoporosis ? Jika ada kerabat yang memiliki postur bungkuk seiring dengan meningkatnya usia mereka, jika ya waspada anda pun dapat beresiko seperti mereka

3. Faktor fisiologi
Adanya penyakit pada usus, pancreas dan hati serta gaya hidup seperti mengonsumsi alcohol dan rokok dapat mempengaruhi penyerapan kalsium

4. Kafein
MInuman berkafein seperti the, dan kopi dapat menyebabkan kehilangan kalsium

5. Hormonal
Masa menopause secara nyata mempengaruhi penyerapan kalsium ke dalam tubuh, maka penyerapan kalsium pada wanita menjadi menurun

6. Kurang gerak
Ayo mulai bergerak , karena kurang gerak akan memperbesar resiko osteoporosis.

7. Kekurangan vitamin D
Vitamin D diperlukan untuk penggunaan kalsium lebih efisien terutama bila kalsium anda rendah. Di Indonesia kekurangan vitamin D relative jarang terjadi karena mendapat cahaya matahari yang cukup

Testimoanial Osteoporosis

Sembuh dari penyakit Tulang, sumber Majalah Trubus 475 Juni 2009: Pencuri Tulang Kala Usia Senja

Dari rumah di Sarijadi, Kota Bandung, Sintawati berjalan kaki sejauh 7 Km. itulah aktivitas perempuan 45 tahun setiap akhir pekan dalam setahun terakhir. Dua tahun silam, berjalan kakai 100 meter saja siksaan berat bagi Sinta.

Maklum, Sintawati memang menderita osteoporosis alias kondisi tulang rapuh atau keropos. Ia merasakan gejala penyakit itu pada suatu
pagi di pertengahan Maret 2006. Ketika hendak jongkok, sakit luar biasa di bagian lutut tiba-tiba mendera. Dari telapak kaki hingga pinggang ia merasakan nyeri hebat,
pegal, dan linu. Peristiwa itu berulang-ulang. Untuk mengurangi rasa sakit, Sintawati mengoleskan obat gosok yang banyak beredar di pasaran.

Empat bulan kemudian, rasa sakit kian tak tertahankan. Itu yang mendorong Sintawati mengkonsumsi herbal China. Berharap sembuh, ia disiplin mengkonsumsi 3 gelas ramuan itu sehari. Namun, pada Oktober 2006 atau 3 bulan setelah rutin minum ramuan itu Sintawati menghentikan terapi. ‘Tak ada kemajuan berarti,’ kata ibu 2 anak itu. Malahan intensitas sakit kian meningkat. Suatu hari ia menggerakkan kaki perlahan. Saat meraba kaki kiri, lutut terasa kosong. ‘Tempurung lutut bisa dipindahpindahkan seperti bola,’ tutur Sinta.

Tulang beradu
Makin hari, keadaan Sintawati kian parah. Untuk bangun usai duduk atau berbaring, ia harus merambat terlebih dahulu. Pada kondisi itu, Sinta memeriksakan diri ke sebuah klinik khusus tulang. Saat itulah dokter mendiagnosis ia menderita osteoporosis. Obat-obatan yang mengandung nimesulide rutin dikonsumsi 3 kali sehari.

Namun, kesembuhan belum juga datang. Pada Juni 2007, ketika Sintawati hendak pergi ke Pasar Baru – berjarak 4 km dari rumah – baru saja berjalan 200 m mendadak terdengar bunyi ‘kruk’. Itu bunyi tulang beradu. Seketika Sintawati lunglai tak berdaya sehingga terjatuh. Mualim, suami, membawa Sintawati ke dokter.

Dokter menyarankan agar Sintawati menjalani operasi pembersihan kapur di bagian sendi yang kerap memicu sakit. Biayanya Rp32-juta. Hero memilih menghubungi seorang kerabat di Shenzhen, China. Kerabat di Asia timur itu menyarankan terapi pijat. Sintawati memang dapat tidur nyenyak usai pemijatan.

Namun, rasa sakit masih kerap menyambangi. Sintawati menggunakan penopang kaki setiap kali berjalan. Menurut dr Maria Theresia Karnadi, MS penyakit pengeroposan tulang terjadi akibat osteoponia yaitu kondisi masa tulang menurun. Penyebabnya? Pada osteoporosis pascamenopause, kekurangan hormon estrogen menjadi pemicu. Estrogen – hormon utama yang dihasilkan indung telur – berperan mengangkut kalsium ke tulang.

Risiko kaum perempuan 2 kali lebih besar ketimbang pria. Malahan hasil studi lembaga kesehatan dunia (WHO) menunjukkan perempuan berisiko osteoporosis 4 kali lebih besar daripada pria. Sebab, massa tulang pria 15 – 20% lebih tinggi daripada perempuan.

Pulih
Dua tahun sudah Sintawati terbelenggu osteoporosis. Pada 25 Juli 2008, Senjaya, keponakannya, mengunjungi mantan koki itu dan menyarankan konsumsi ekstrak teripang. Keesokan hari mulailah Sintawati mengkonsumsi 2 sendok makan ekstrak teripang 3 kali sehari. ‘Saat itu badan rasanya enak,’ kata Sintawati. Selang 2 – 3 hari kemudian Sintawati bisa tidur lelap. Perubahan lain, ia mampu menaiki 12 anak tangga di rumahnya. Itu terjadi 2 bulan setelah rutin mengkonsumsi ekstrak teripang. Malah berikutnya ia bisa berjalan sejauh 7 km.

Penelitian
Menurut Prof Dr Ridzwan Hashim dari Universitas Kebangsaan Malaysia, teripang mengandung 86% protein yang mudah diuraikan menjadi pepsin. Dari jumlah itu sekitar 80% berupa kolagen.
Kolagen merupakan pengikat jaringan dalam pertumbuhan tulang dan sendi. Dalam pertumbuhan tulang, suplemen kalsium saja tidak cukup lantaran tulang terdiri dari kalsium fosfat dan kolagen sebagai pengisi. Tanpa kolagen tulang menjadi rapuh dan mudah pecah. Sebaliknya bila tanpa kalsium, tulang akan kenyal seperti karet.

Glukosamin adalah komponen dasar dalam kartilage di persendian. Kartilage terdiiri dari sejumlah serat protein kolagen. Teripang kaya senyawa glukosamin. Selain itu kondroitin sulfat juga terdapat dalam teripang. Senyawa itu memperkokoh tulang dan mencegah pengeroposan sendi pembuat radang. Senyawa denaturasi protein itu membangun kembali tulang rawan, pembentuk sendi yang terkikis akibat kecelakaan, benturan, dan kelebihan bobot badan. Persis seperti tulang Sintawati yang kini kokoh menopang hari-harinya.

Sekilas Info mengenai Kalsium & Osteoporosis

Kalsium biasanya (meski tidak selalu) ada hubungannya dengan tulang, dan juga osteoporosis biasanya juga ada hubungannya dengan wanita. Jadi Ingat kalsium bisa jadi langsung mengingat kesehatan perempuan.

Info singkat ini ingin mengulas yang mungkin saja belum diketahui mengenai Kalsium:

  • Tingkat penyerapan kalsium dalam usus laki-laki dan wanita akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia
  • Perubahan hormone estrogen yang menurun secara drastic selama masa menopause dapat mengurangi penyerapan kalsium ke dalam tubuh
  • Semasa hamil penyerapan kalsium dalam usus akan meningkat untuk membantu perpindahan kalsium dari tubuh ibu kepada bayir serta mempertahankan kadar kalsium di dalam tubuh ibu
  • Penyerapan akan menurun apabila organ hati, pancreas atau usus kecil diserang penyakit
  • Konsumsi vitamin D yang cukup diperlukan untuk penggunaan kalsium yang efisien oleh tubuh
  • Merokok dan minuman beralkohol dan mengandung kafein dapat mengurangi penyerapan kalsium
  • Obat-obatan tertentu dapat menghambat penyerapan kalsium

Faktor Terjadinya Osteoporosis dan Upaya pencegahanya

Ada factor yang dapat dikontrol untuk mencegah terjadinya osteoporosis seperti olahraga, dan konsumsi makanan harian. Sedangkan yang tak dapat dicegah antara lain genetic, usia dan jenis kelamin. Beberapa factor juga ikut mendukung seperti apakah anda minum obat steroid , pernah mengalami terapi hormonal dan menopause sebelum usia 45 tahun.

Jenis Makanan Pemicu Osteoporosis

Apa saja yang tak boleh dimakan pada penderita keropos tulang? Kembali kepada kebiasaan makan anda,pada keluhan kesehatan tertentu ada pantangan makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi seperti pada penderita Hipertensi membatasi garam, kemudian penderita asam urat membatasi makanan yang tinggi purin, dan pada penderita Diabetes membatasi konsumsi karbohidrat. Lalu makanan apa yang sebaiknya dibatasi ketika mengalami tulang keropos?

Berikut Info singkat yang akan mengulas makanan yang sebaiknya dihindari untuk mereka yang mengalami keropos tulang atau Osteoporosis

1. Alkohol
Minum minuman beralkohol yang berlebih dapat menyebabkan gangguan penyerapan dan penggunaan kalsium, vitamin D dan nutrisi lainnya untuk tulang sehingga hal ini dapat meningkatkan resiko osteoporosis. Oleh sebaiknya tidak dianjurkan untuk mengonsumsi bir, soda berlebih
2. Garam
Tak hanya hipertensi, penderita tulang keropos juga wajib menjauhi garam apalagi garam ini terdapat di hampir seluruh jenis makanan yang kerap kita konsumsi baik makanan jadi maupun makanan ringan atau makanan yang telah diproses. Pembatasan garam perlu karena asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan pengeluaran kalsium pada urine, yang berarti berkurangnya masa tulang. Health promotion board merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 2000 mg sodium per hari atau setara dengan 1 sdt garam, nyatanya berapakah konsumsi garam harian kita ? rasa-rasanya lebih dari 1 sdt per hari
3. Kafein
Pro kontra kafein sampai dengan kini masih terus diperdebatkan. Beberapa pihak menyebutkan kafein ada manfaatnya namun disisi lain menyatakan ada efek samping kafein yang merugikan kesehatan. Termasuk dalam hal keropos tulang konsumsi kopi yang lebih dari 3 cangkir sehari dapat meningkatkan hilangnya masa dan kepadatan tulang pada wanita post menopause . Kafein yang dapat menyebabkan peningkatan pengeluaran kalsium melalui urine dan menurunkan absorbsi kalsium.

Pemesanan Jelly gamat untuk pengobatan osteoporosis atau gangguan tulang silahkan klik disini cara beli

Iklan

Penulis: rematiksendi

Spesialis Penyedia obat aternatif rematik,encok dan gangguan tulang sendi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s